Powered By Blogger

Minggu, 06 April 2008

ZAMIA FURFURACEA


ZAMIA FURFURACEA BISA JADI PENGGANTI ENCHEPALARTOS
Awas jangan salah sebut zamia menjadi zamio. Ini dua tanaman berbeda. Zamia tanaman keras, zamio tanaman lunak. Zamia adalah tanaman peninggalan zaman Permian, sekitar 200 tahun lalu sebelum dinosaurus menghuni bumi. Toh bagi hobiis, yang penting, zamia bisa menjadi pengganti Encheplartos yang harganya mahal.

Awas jangan salah sebut zamia menjadi samio, karena bisa berabe. Bagi hobiis kawakan sih, tidak menjadi masalah karena seiring dengan pengalaman yang didapatkan bisa mengetahui mana yang salah dan mana yang benar sehingga secvara otomatris bisa mencari kebenaran. Namun bagi hobiis batu, hal ini sangat riskan karrena bisa terbawa-bawa.

Antara zamia dan samio, jelas jauh beda. Zamia tergolong tanaman keras dan zamio masuk katagori tanaman lunak.

Sejarah zamia sendiri termasuk sangat panjang.

Tanaman yang masuk dalam keluarga Cycadohyta (cycads), adalah peninggalan zaman Permian, sekitar 200 juta tahun lampau sebelum dinosaurus menghuni bumi ini. Karena itu tak salah jika zamia dijuluki sisa-sisa peninggalan taman jura (jurasic park).

Ada banyak jenis zamia seperi Z. laddigesi dan Z. tuerckheimii, tetapi yang sudah lama masuk Indonesia adalah Z. furfuracea.

Di habitat asalnya, di sekitar pegunungan Maya di Yucatan (Mexico) dan Peten (Guatemala) Amerika Selatan, zamia bisa tumbuh subur hingga setinggi tiga meter dengan diameter bayang pohon mencapai 60 cm. Dengan perkembangan tumbuh yang sedikit lambat, akar zamia sangat kuat mencengkeram media tanamnya.

Dibanding dua saudara terdekatnya, cycads maupun enchepalartos maka zamia memiliki beberapa kelebihan yaitu pertumbuhannya relatif lebih cepat.

Batangnya juga lebih indah dibanding keduanya. Batang zamia lebih rajin bertunas. Demikian pula urusan berbunga (buah) pun, zam,ia tergolong rajin. Bentuknya pun lumayan bagus, seperti tongkol jagung, tetapi bijinya tidak bulat, melainkan agak kotak-kotak. Persamaan dengan keduanya adalah daunnya yang sama-sama keras.

Dengan harga yang terjangkau, zamia rasanya layak dijadikan obat bagi hobiis yang 'belum'sanggup membeli enchepalartos.***

(Dikutip dari Tabloid Agrobis, Feb. 2008)

Tidak ada komentar: